Friday, February 13, 2009
VERMILION part 2-SLIPKNOT
Friday, January 16, 2009
Waktu sejauh hidup
Belum pasti hujan datang kesini…
Layaknya harapan yang tercurah
Belum tentu mendatangkan kenyataan untuk kita…
Sunyi di ruang fana, terbaring tak berdaya…
Lambat laun, dalam waktu yang mengalun,
Terbuai serasa waktu berlalri,
Ia yang tersiksa, serasa waktu duduk bersila…
Sunyi di ruang hampa, menunggu nasib dan derita…
Hari ini kita berlari bersama, waktu…
Mungkinkah esok akan engkau pergi?
Tidak menungguku yang berlari bersamamu hari ini?
waktu….waktu…sia-sia ku berbicara denganmu..
Telinga tak kau punya,matamu buta…
Hanya dapat membuat menderita…
untitled
Saat malam- malam bercerita tentang indahnya rembulan,
Saat senja- senja berpuisi tentang megahnya sang surya
Berapa purnama harus kuterpa?
hingga pudar temaram wajahnya,
dan kembalinya binar matanya pada sang pemuja
bilakah kau berhenti berlari,
jikalah aku tlah kembali dari tiada samudera,
dan kupijakan kakiku di kaki2 benua?
Ataukah kembali engkau pergi dan aku tetap berdiri?
Saat ku terdiam melihat kau tak terjamah,
Dengan sayu senyuman yang tak kunjung tiada,
Menunggu bayangmu yang tiada berubah di palung cinta
untitled
Mengakui kuasa pesona jiwamu, aan mengagumi pancaran matamu
Lalu kupuja dirimu dengan darah di lidahku , dan kucintai engkau dengan luka jiwaku
Kudapati langkah kakiku, pada jalur gelap yg membawaku pada pilu pedih penderitaan,
Menyayat sebelah jantungku,
yg mengibaratkan kasih sebagai sebilah pemancung,
meluapkan derita- derita yg terpenjarakan
Kau bimbing diriku pada jalan penderitaan, yg jalannya terhampar kebun mawar,
Yg langitnya dikuasai oleh pangeran malam yg memuja permaisurinya.
Kau bimbing langkahku kepada terang yg memudar,
yg perlahan menggelapkan arahku, Membiarkanku tersesat di lorong yang tak berujung.
Kemudian sajak inipun terukir di dinding2 hatiku,
Dengan pahat yg kau genggam erat2 penuh harapan,
Harapanku, yg kau rampas dan tak tergantikan
Ujian, tragedi HP
Jam pelajaran pertama pun dimulai. Pelajaran sejarah. Hari ini kita mengulas perang dunia pertama, Jerman dan Italia. Cerita tentang Jerman ditutup dengan kisah serang Yahudi yg keluar dari kamp konsentrasi di Polandia saat kekuasaan Adolf Hitler berakhir. Saat itu, menurut guru saya, akan sangat janggal untuk menemukan seorang Polandia yg akan membantu orang Yahudi. Namun semuanya seakan2 terpatahkan dalam perjumpaannya dengan seorang pemuda Polandia. Pemuda itu mengerti keadaannya dan dengan tulus membantunya. Dengan uang yg mampu ia berikan, ia memberi harapan kepadanya untuk kembali ke tanah perjanjian. Bertahun2 telah lewat setelah kejadian itu. Mungkin ia telah melupakannya sebelum akhirnya ia melihat pelantikan Paus Yohanes Paulus II, dan ternyata yg ia lihat adalah sosok yg menolongnya di Polandia, Karol Wojtyla.
Cerita itu benar2 membuat saya ingin menjadi orang baik sepertinya, memiliki hati yg tulus dan kemanusiaan yg tinggi. Namun perasaan itu hilang seiring berjalannya detik2 waktu.
Keinginan sesaat saya tersebut mungkin akan baik jika bisa dijadikan tekad seumur hidup. Dengan kecerobohan saya yg begitu bodoh, saya pun menghadapkan diri saya pada satu kondisi yg mgkn saja bisa saya ambil hikmahnya.
Jam pelajaran telah usai saat saya akan pulang bersama teman saya. Wah ternyata papanya ga bs jmput, bannya diisengin orang. Jadilah kita naik bajaj k SMP buat ktemu bokapnya. Dalam bajaj, saat saya ambil hp, saya udah ada feeling ga enak. Seakan2 hp itu sebentar lagi bakalan hilang. Teman saya ini bawa cube, dan kita asik main itu. Feeling ga enak muncul lg tengah jalan saat saya liat hp. tapi emg saya ceroboh, meskipun saya udah peringatin diri saya, tetep aja kejadiannya terjadi. sampe di SMP, saya turun, baru temen saya turun. dia ga liat ada hp disitu. saat pintu ditutup, bajaj jalan, baru deh, saya sadar hp saya jatoh. tapi smuanya udah telat
^^
tadinya kita mau naik bajaj harganya ceban, tapi saya ga tega, akhirnya kita kasih 12rb. Hm, agak kesel kalo dipikir2, duah baik2 kasih lebih, eh Hp malah ilang, dmana keadilan..ya memang belum tentu si supir yg ambil, rasanya mgkn penumpang setelah kita. setelah saya telpon berkali2 dan mengajukan penawaran lewat sms, akhirnya hpnya dimatiin, yg artinya, selesai sudah.
Kalo saya mau jadi orang seperti Karol Wojtyla, mungkin kesal, dengki, dendam, tidak rela akan kejadian tadi bukanlah suatu sikap yg tepat. Dari sini saya belajar untuk merelakan apa yg telah terjadi. Saya berdoa kepada Tuhan tentang bagaimana saya mengharapkan HP itu bakal balik, tp sekali lg saya harus meykinkan diri bahwa rencana Tuhan akan indah pada waktuNya. Toh smua ini memang salah saya.hehe. Saya harus merelakan apa yg telah terjadi, bukan membenarkan kecerobohan saya, tetapi merelakan apa yg tidak akan kembali kepada saya. saya berharap yg mendapatkan hp itu adalah orang yg benar2 membutuhkan. saya berharap HP itu bisa jadi berkat buat dia...yah, semoga saja...=)
Monday, December 22, 2008
telah datang pagi hari
oleh silaunya cahaya fajar,
yang bersembunyi dibalik awan subuh,
telah pagi, telah pagi...
keheningan subuhpun lenyap,
dengan mentari yang telah meninggi,
dengan sayup- sayup ia memanggil,
tetapi kini telah pagi, telah pagi...
dan kini telah terang menempati,
berbaringlah seraya menutup mata,
ia berbisik dalam gelapnya,
'telah datang pagi hari...'
Friday, December 12, 2008
A Trip to Nature -between logic and supertition-
- first day
This was the time we started our duty. To prepare everything needed for next day event.
well, we walked to the main entrance and took the route to the camping ground. we exceeded 'ruang ganti wanita' and one of my friend didn't realise that. confidently, he saw through that short wall and hecks! he shocked and foolishly shouted out what just happened. and the next foolish thing was that he again looked at that space just to make sure he was right XD( no one there except a middle-aged woman changing).
well, we then arrived at the camping ground. greeting for us: a big black-yellow spider. hm, okay, there's one. it's a forest and that's usual. by several steps we walked. yuhuu, there are more that kind of spider! we found many there. They were exotic! We continued our steps and latter found an empty yard. empty except there were several trees and there was one broken old chair under one of those trees. My friend had an idea: move that chair and use that yard for a post in jurit malam. Nope! It was not a good idea I thought bcoz d first thing came to my mind was "bangku kosong" and another story from my family about a chair under a tree. Suddenly we fell into a deep fear since the day was turning gray. We went farther, up to a site where unfinished buildings stood there. Those building showed no sign to be built further. we went through that, and arrived in front of a long wood bridge. It was high from the ground but I was sure it was safe to walk on that bridge. at the end of the bridge, there were two ways: left to the 'hall' and right to the lobby of hotel. We took right and found another empty space in another unfinished construction.
- second day
I woke up at 4.30 am when nobody had not woken up yet. Why? obviously because there was a choir. 3 voices choir consisted of 3 men sleeping. hahaha. nothing special in the morning but that voice.wkwkwk. skip it to the afternoon, when all participants had arrived. we ate our breakfast as our lunch and the result was... the WARTEG was very goood. never ate like that before. After lunch, we noved from our room to our tent. after moving our stuff, we continued our duty as comittee.wkwk.I just got outside the tent when a small balck creature ran so fast that it was disappeared before I could know what it was(probably a rat).hehehe.
The night had come. yipee, closer to the jurit. we had a meeting inside our tent. quite dark there, nobody saw a spider coming. yaph. A thumb-sized spider came inside our tent. it was a luck for us that finally my friend saw that spider. BAM, the spider had been killed. when we looked at it, it's eyes stared very sharp. threw that spider away..
The result we got from the meeting:
1. we test each sense of participant(tongue, skin, nose, ears, eyes)
2. we ate the snacks brought by the participants XD
the time had come to start the jurit. There were some rule since we knew it was not a usual place to have a jurit.
1. Participants are not allowed to bring flashlight.
2. No one point their flashlight to trees
3. No spitting, no cursing, no peeing
4. Group is not allowed to consist members in odd number
If we saw or fell something strange, we sent code 'batman lewat'
so here is the jurit..
gua sama temen gua tirta ditinggal di pos 2, setelah meninggalkan tezar dan dr. joseph di pos 1. wew..lapangan kosong, disekitar banyak pohon. berbekal 1 lilin kecil dan kaleng2 buat ngetes lidah para peserta, gua duduk disana sama tirta. gua bener2 dagdigdug.maaaaannn...siapa sih sebenrnya yg mau jurit? koq jadi kita yg kayak uji nyali...suara kodok, suara burung malam, bikin merinding. lilin kita taruh deket pohon, agak jauh dari kita. oh yeah, untung kita bawa hp.pokoknya kita ga boleh bengong. itu yg diwanti2 ama kordinator jurit kita si henry coli. kalo ampe ada yg ketempelan, kita udah diajarin sama hendra:pegang tangan kakinya, doain, pencet jempol tangan n jempol kakinya, kasih air. yang jaga tuh berdua2 dgn kepercayaan: kalo ganjil nambah 1 bisa2, bukan karena 'Yesus mengutus muridNya pergi berdua- dua' what a shame sbenernya.ya lilin sudah mau habis, kita nyalain 1 lilin cadangan. belom ada 1 klompok yg nyampe k tmpat gua. BODOH. pos bayangan fool, dia biarin kelompok 1 lgsg k pos 3. tiba2 di WalkieTalkie, si hendra yg cuma sendirian di pos 3(katanya ga blh ganjil, gmn seh) nyuruh cepetan bawain lilin n senter k pos gue. krn kita minta gua pikir. trnyata, kata dia pas kmrn ini crita2, di gubuk deket pos bayangan, ad yg liatin kita(untuuung taunya begitu udah di jakarta), katanya kalo lilin abis, yah kita digangguin. slama nunggu di pos 2 itu, gua dgr suara(selain suara orang takbiran,jam 1 an gt), lembut bgt.kl ada aneh2, lgsg gua baca pengakuan iman(syahadat singkat) n doa Bapa kami. stelah agak lama, kita tiba2 didatengin binatang terbang2 gt. kirain kalong, tau2 ngengat. yah, cuma ngengat, tapi ya, ngengatnya tuh segede 2 tlapak tangan gua dan dia ga berhenti ikutin kita.wakakak.kata nyokap gua jadi2an tapi ntahlah itu kan utan. yang paling dashyat dari itu smua, dari malem ampe pagi gua nahan boker nahan kencing. uffhhh...
tim terakhir masuk, dan kita bareng2 saber. k pos 3 teruuuusss...di dpn jmbatan si om Aljon malh ktawa2 n ngarahin senter k pohon.hahaha.sampe di ujung jembatan,gelap bangeeet, mereka belok k pos 4, dimana anak2 pada diculik, trus gua eblok kiri bawa barang2 k aula, lalu tidur di tiker di aula, kaga sanggup. abis tidur 10 menitan bangunlah gua. udah pada ngumpul, trus pada lgi di bentak2(iseng banget) haha. sudahlah selsai jurit kita, tinggal outbound, dan cerita2 menarik...hehehe
nih kesaksian2 yg ikut jurit:
1. Om aljon-jaga sendirian di pos, jam 1an dia denger ada yg main air, ciprat2 di kolam renang, ga ad siapa2 loh, jam 1 gt. tapi dia mah cuek aja. Trus abis mandi, dia denger ada yg siulin dia.wuaauuuww...begitu 'seksi'nya perutmu om...sampe yg beda dunia aja ikut2an siul2..haha
2. arif- kata dia sih ada yg ngelus dia...wuaaauuuwww...padahal dia jalan udah ber 6.
3. Hendra monyong-nah, ini nih yg jaga sendirian deket bangku kosong.mentang2 anak mutripala.haha. dia liat ada yg liatin gua sama tirta dari gubug.huuufhhh.dia juga banyak digangguin.jam 3 katanya ada yg nongol. pantes tiba2 jam 3 dia bilang 'dipercepat sudah jam 3' hahaha.trnyata dia juga takut. banyak kejadian di tempat dia, tapi ntahlah.hahaha
4.gua dan tirta-beneran dah ngeri. ntah deh apapun yg lewat, apapun yg gua rasa ada gerak dan mcm2 di belakang kita, gua ga nengok belakang. untungnya brp x liat pohon gua ga dapet jackpot.
ya sekianlah yg bisa gua bagikan...hehe...Gbu all..^^